COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X
  • Berita & Event
  • Sejak Awal Tahun AP II Geber Program Dukung UMKM, Siapkan Airport Mall UMKM

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Sejak Awal Tahun AP II Geber Program Dukung UMKM, Siapkan Airport Mall UMKM

30 Jan 2021

Perseroan perkenalkan Gerbang Indonesia (Gerakan Bangga Karya Anak Bangsa Indonesia)

Jakarta – PT Angkasa Pura II (Persero) berkomitmen mendukung pertumbuhan usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM).

Pada awal tahun ini, Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu tempat peluncuran Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diinisiasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman & Investasi dan Kementerian Perhubungan. 

Sebagai bagian dari upaya mendukung Gernas BBI, pada hari ini Sabtu 30 Januari 2021, perseroan memperkenalkan program Gerakan Bangga Karya Anak Bangsa Indonesia (Gerbang Indonesia) kepada masyarakat luas khususnya para pelaku UMKM. 

Program yang akan dijalankan di bandara-bandara perseroan itu dikenalkan berbarengan dengan digelarnya webinar ‘Pelatihan UMKM: Pembangunan dan Pengembangan Bisnis UMKM di Masa Adaptasi Kebiasaan baru’ yang diikuti oleh ratusan pelaku UMKM. 

“UMKM memiliki agilitas lebih tinggi dibandingkan dengan bisnis besar. UMKM memang paling cepat terjerembab oleh krisis, namun juga yang paling cepat bangkit dan menemukan peluang-peluang baru di tengah krisis,” ujar President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keynote speech di dalam talkshow. 

Adapun Muhammad Awaluddin juga pernah menerbitkan dua buku pengembangan UMKM yakni Digital Entrepreneurshift dan Digital Championshift. 

“Di dalam buku itu saya tuangkan bahwa penggunaan teknologi sangat penting, namun bukan berarti ketika UMKM memanfaatkan teknologi lalu akan sukses seketika. Perlu memahami seluk beluk bisnis dengan memanfaatakan teknologi serta paham strategi atau taktik, dan menjadi bagian dari ekosistem pasar digital,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Muhammad Awaluddin menambahkan, aksi kolektif berbagai sektor sangat dibutuhkan mendukung kebangkitan UMKM. Dalam hal ini, bandara memiliki kelebihan untuk turut mengembangkan UMKM dalam hal pemasaran produk dan program pendukung lainnya. 

“Bandara merupakan pintu gerbang negara dan juga penghubung konektivitas daerah di seluruh Indonesia serta tempat banyak pihak berinteraksi, sehingga memiliki potensi pasar yang sangat besar seiring dengan tingginya pergerakan penumpang di bandara. Karena itu, kami memperkenalkan program Gerbang Indonesia.”

EGM of Airport Service Division PT Angkasa Pura II Anandita Galuh Wardhani program Gerbang Indonesia memiliki 3 program utama, yaitu: Bandara sebagai gerbang utama pembinaan UMKM (inkubasi, pelatihan dan promosi); Bandara sebagai tempat kegiatan transaksional UMKM; dan Bandara sebagai hub pariwisata dan budaya Indonesia. 

Program bandara sebagai tempat pembinaan UMKM
Di dalam program pembinaan UMKM, secara berkelanjutan bandara AP II akan menjalankan pelatihan dan inkubasi untuk mempercepat keberhasilan pengembangan UMKM pemula dengan menyediakan berbagai sumber daya dan layanan. 

Sementara itu, untuk program promosi dilakukan secara offline dan online.

“Program promosi melalui offline misalnya adanya digital showcase UMKM di bandara, lalu kampanye melalui digital banner dan videotron yang ada, kemudian melalui booth di berbagai area bandara, serta kampanye penggunaan produk-produk UMKM termasuk oleh AP II. Sedangkan untuk online, promosi dilakukan melalui social media expose, talkshow melalui podcast, serta aktivasi lainnya,” tambah Anandita Galuh Wardhani. 

Program bandara sebagai pusat transaksional produk UMKM
PT Angkasa Pura II pada tahun ini menjadikan bandara sebagai pusat transaksional UMKM, dengan membangun konsep Airport Mall UMKM.

“Untuk membangun konsep Airport Mall UMKM, maka 10% dari luas area komersial di bandara diperuntukkan khusus bagi UMKM. Melalui Aiport Mall UMKM ini maka kami harapkan produk UMKM semakin dikenal, mudah didapat, serta tidak kalah dengan merek yang sebelumnya sudah memiliki nama besar,” jelas Anandita Galuh Wardhani. 

Muhammad Awaluddin menuturkan konsep Airport Mall UMKM ini akan sangat tepat dijalankan di Bandara Soekarno-Hatta khususnya di Terminal 3 yang sudah memiliki konsep sebagai mall. 

“Setiap harinya, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta pada periode normal mencapai 200.000 orang setiap hari. Dan, berbeda dengan mall/supermarket yang ramai pada jam-jam tertentu dan hari-hari tertentu saja, di bandara pada kondisi normal hampir setiap harinya pergerakan penumpang cukup stabil dari pagi hingga malam,” ujar Muhammad Awaluddin. 

Program bandara sebagai hub pariwisata dan budaya
Secara terjadwal dan konsisten bandara-bandara AP II akan mempertunjukkan pagelaran seni dan budaya Indonesia, serta menggelar pameran dan bazaar UMKM. Adapun yang telah melakukan program ini secara konsisten, sebelum adanya pandemi COVID-19, adalah Bandara Soekarno-Hatta. 

Dengan adanya Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di Bandara Soekarno-Hatta yang kemudian diikuti dengan Gerakan Bangga Karya Anak Bangsa Indonesia (Gerbang Indonesia), maka diharapkan bandara-bandara PT Angkasa Pura II dapat optimal dan maksimal dalam mendukung pengembangan UMKM.